Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Thursday, March 21, 2013

Inklinasi



cheers!

Ocehan yang akan cenderung melindur ini susah saya rangkai dengan kata-kata apik untuk dimengerti, meski begitu tetap ingin saya muntahkan. Entah bagaimana awalnya, yang jelas saya cemas. Tapi kali ini 'dia' benar-benar sedang memeluk jiwa saya erat. Before 20 y.o, Saya tahu cemas macam begini akan datang, hanya saja masih terlalu pagi untuk terbiasa dengannya.

Bagaimana tidak, saya sudah dibiasakan manja dengan matahari siang untuk kemudian harus berteman dengan hujan. Saya rindu diri saya yang dulu, masih bau kencur dan tidak tahu apa-apa tapi justru bahagia karena belum banyak mau. Berbeda sekarang, saya seperti dikejar kemauan-kemauan yang memaksa saya berlari tanpa jeda. Entah baik atau buruk, yang jelas saya dibuat sesak.

Inklinasi lainnya, saat ini mulai sulit bagi saya untuk memilih antara opsi hitam dan putih. Semuanya tampak sama, abu-abu. Arah pikir di kepala saya bahwa tidak ada manusia berhati malaikat atau iblis secara absolut. Semua manusia sama, berjiwa manusia dengan kepentingannya masing-masing. Entah bagaimana menyebutnya agar tidak terdengar sinis, hanya saja sudah kaku raga ini untuk setiap waktu berkolektif.

Perubahan, bisa dibilang fase baru, datang mendadak dan tidak menyediakan ruang untuk bersiap-siap. Merasa bengis sudah pasti. Fase dimana kamu merasa sudah cukup tua tapi belum berbuat apa-apa, fase ketika kamu lebih jauh menyadari bahwa menjalani hidup ini tidak segampang menghancurkannya, fase ketika baris-baris kalimat motivasi sudah menjadi lapuk dan basi untuk didengar.

Sudahlah, bagaimanapun fase ini, saya masih yakin dengan satu kalimat klise, semua yang saya alami terjadi karena saya akan melaluinya.

Thursday, December 20, 2012

hi Hun

I never thought that someone's hands will feel this comfort when it touch you
I never expect that someone's embrace will feel this safe when it hold you
But somehow it feel that way when you're around.

***

Mungkin terdengar klise, tapi ya memang begini kenyataannya. 

I know this is late, we are far away right now. You probably is enjoying your new life. I don't want to bother you by texting you or calling you this late... And I know that you hate to be calling up by no reason. So, I write it down right here and hoping you will read this.

Remember when we were in high school? It is so easy to see you and talk to you. To share every moment in my life with you. Whenever I feel upset or lonely you were there by my side. Whenever I feel happy or excited you were there by my side. Physically. I remember we used to spent every hour together, we went to watch movies or wasting time at courses and your house. At school we spent most of our time together. The only time I didn't see you is in the morning, because you usually come right before the school bell rings while I come 30 minutes before, and when we were in class. But besides that, we always together. It was us, me and you, against the world back then.

But now things have changed. A lot. We live in different city.

Remember the last day before you moved out? I was crying. I was so afraid of losing you.The first week you moved out was so hard, I constantly crying every night after we talked over telephone. My eyes was swelling because of it. But as time goes by, I finally can control my self, my feelings, and most of all the thought of losing you. Because now, i really losing you. I remember the first time you went home. I was freaking happy to see you. But you ignore me in a sudden. By that time I realized we will never going back together.

I was willing to do anything to hold on to it. And to keep you by my side, to have you as mine. Because I don't want to share 'how was my day' to anyone but you. I don't want to share my happiness to anyone but you. I don't want to love any other guy but you. I was so lucky to have you, at that time. Until we break apart so far away.

Someone always do questioning myself, why I'm so melodramatic and can't throw him away. Yes! I have an answer. I just need him to know, by then, I could let him go. Be inspired by The Script, how if you could see me now? :) hei, A?

How pathetic, there's a friend, I know he tries to make me respect. But, once again, I can't. Really I can't. He is kind, He is nice and also good looking, but something hold me so sticky!

I am sorry for being so melodramatic. Something went wrong with my brain I guess. So much too think and too do kinda make my brain short of explode. I guess that is the reason why I have been act so melodramatic lately. Anyway, I am in the end of my final semester test. Things have gone so fast, right?

Sunday, December 16, 2012

Dad

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.. akan sering merasa kangen sekali dengan IBUnya.

Lalu bagaimana dengan AYAH?

Mungkin karena IBU lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata AYAH-lah yang mengingatkan IBU untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, IBU-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang AYAH bekerja dan dengan wajah lelah AYAH selalu menanyakan pada IBU tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.. AYAH biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah AYAH mengganggapmu bisa, AYAH akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian IBU bilang : "Jangan dulu AYAH, jangan dilepas dulu roda bantunya"
IBU takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa AYAH dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, IBU menatapmu iba. Tetapi AYAH akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, AYAH melakukan itu karena AYAH tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, AYAH yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan IBU yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu AYAH benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada AYAH untuk dapat izin keluar malam, dan AYAH bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak
boleh!".

Tahukah kamu, bahwa AYAH melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi AYAH, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada AYAH, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah IBU....

Tahukah kamu, bahwa saat itu AYAH memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa AYAH sangat ingin mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, AYAH akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

AYAH sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati AYAH merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan AYAH melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan AYAH adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut... ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati AYAH akan mengeras dan AYAH memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti AYAH akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan AYAH"

Setelah lulus SMA, AYAH akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan AYAH itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh AYAH tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan AYAH

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... AYAH harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan AYAH terasa kaku untuk memelukmu?

AYAH hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati..

Padahal AYAH ingin sekali menangis seperti IBU dan memelukmu erat-erat.

Yang AYAH lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

AYAH melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah AYAH.

AYAH pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan AYAH tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut AYAH adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin AYAH, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti AYAH belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu AYAH merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

AYAH adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

AYAH akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada AYAH untuk mengambilmu darinya.

AYAH akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena AYAH tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat AYAH melihatmu duduk di Panggung Pelaminan
bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, AYAH
pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu AYAH pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

AYAH menangis karena AYAH sangat berbahagia, kemudian AYAH berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, AYAH berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu AYAH hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

AYAH telah menyelesaikan tugasnya....

AYAH, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah kita... tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya ;)

and i'd be like

image

Tuesday, November 27, 2012

kemana seharusnya aku pergi?

kamu, yang aku rindui tetapi tidak merindukan ku, apa kabar?
sudah lama kita tidak ngobrol
rindu
satu kata, tapi hebat banget, hem
rindu
kalau sudah begitu, aku tidak tau mengapa
rindu
aku bisa apa?
kamu, dimana?
mau bertemu aku lagi, gak?
soalnya.... aku rindu.
rindu saat pertama kali kita saling mengenal
mengapa rindu tidak pernah bisa sederhana?
aku cuma rindu, yaudah
aku sudah berjalan jauh, jauh banget
tapi gak pernah bisa
bukan gak pernah, mungkin belum
tunjukkan aku arah nya
mungkin selama ini aku salah berjalan
aku berjalan, dan bertemu lagi dengan rindu
aku menjauh, tapi rindu tetap ada
aku tau
satu hal
aku butuh bertemu dengan rindu itu
sekali saja
yakin kan aku, aku merindukan orang yang benar
walau akhirnya tidak bisa bersama lagi
walau akhirnya aku tau aku merindukan orang yang salah
aku terima
aku cuma butuh
bertemu
biar tidak ada lagi rindu
setelah itu, kamu boleh pergi
dan aku menemukan arah ku.

Friday, November 25, 2011

2008, an old story

Ketika langkah mempertemukan ku pada dirimu, lekuk bibir ini mencoba untuk tersenyum, namun entahlah, senyum ini bukan sesuatu yang sengaja dibuat. Ketika waktu menangkap basah mata yang saling berpandang, raut wajah enggan menampakkan aku tidak rindu waktu bersama mu. Elok nya suasana di kala senja, selalu mengingatkan ku akan tawa lepas beberapa bulan yang lalu. Sengaja ku amati gerak langkahmu dari kejauhan, agar engkau tidak tau aku masih mengamati mu. Bagaikan dua merpati putih yang terbang bebas di udara, rindu tak kan pernah bisa sederhana. Entahlah, aku selalu berharap kamu bisa baca suratku.

Wednesday, September 21, 2011

i miss you

I ever  lost a light before until you'd be the rainbow I always see  after the rain fallen down
You’d be the song I always hear in the silence when I go to sleep
You’d be the morning light that wakes me up from my endless nightmare
Every little thing is just so beautiful when I spend it with you
I love the way you cause my smile :)
And in every raindrop that’s fallen from the sky, I miss you

Wednesday, March 9, 2011

what the hell yeah

i wish i hadn't answered your call. i smile as if i hadn't had problem. if only i could repeat that time. unless i run until i see the light, i lose it. hell yeah (y) i wanna enjoy my life, see your face, your smile, the way you call my name, i wanna hear. i don't care people says about me. just seeing you from far, i know it can calm me down :) promise me that you never go. tell me what are you doing now. if only you knew that "i love you"

Thursday, October 7, 2010

chuckle :D

If there’s no someone to say good night
How could I face it?
I try to be tough
But I can’t stand it!
If there’s no someone to say good night
No kiss no hug no laugh
Where I can lean up my head?
And I fall
I was hide
No one could find me
Here I am, felt my self
And I cried
You told me lies
Proved me wrong
And you’re gone away
Leave me, you suck!